Yohannes Hubertus Eijkenboom lahir di Garut 6 November 1948 alias Johny Indo berdarah blasteran ini sangat terkenal di era tahun 80-an dengan aksi rampok yang dilakukan di siang hari bersama 12 anak buahnya yang ia beri nama “Pachinko” alias Pasukan China Kota dan sangat disegani sebagai perampok
Om Johny : “Awal cerita tentang Batu akik dikarenakan waktu kecil saya tinggal didaerah Mangga Dua Bedeng, Jakarta Utara sekarang sudah menjadi ITC Mangga Dua. Tahun 1960 an waktu itu namanya Krekut Bunder Pasar Baru,
kemudian dibuatkan bedeng-bedeng oleh pemerintah sehingga disebut Mangga Dua Bedeng dan disana terkenal banyak pedagang batu cincin sehingga saya juga menyukainya.
Pengalaman aneh yang masih membekas dalam pikiran saya adalah ketika itu usia saya 12 tahun, saya pernah menggali sumur dan menemukan Batu Zambrud sebesar Batu bata, kulit luar nya putih susu tapi isi dalamnya ternyata batu zambrud, karena dulu saya tidak mengerti akan batuan maka saya menyerahkan batuan tersebut kepada mang Sanib, begitu dipecahkan oleh Mang Sanib beliau langsung menggelepar dan pingsan, percaya gak percaya begitu batu tersebut pecah didalam batu tersebut terdapat 3 butir emas antara 7mm s/d 8 mm garis tengahnya.Atas nasihat para Ulama kampung, emas itu diminta untuk dirawat dan batu cincin itu kita tempa dan di simpan didalam Cupu, atau kotak terbuat dari kayu dan ulama itu berpesan agar batu Zambrud yang sudah ditempa menjadi 20 potong tersebut jangan diambil selama 4 tahun.
Atas nasihat para Ulama kampung, emas itu diminta untuk dirawat dan batu cincin itu kita tempa dan di simpan didalam Cupu, atau kotak terbuat dari kayu dan ulama itu berpesan agar batu Zambrud yang sudah ditempa menjadi 20 potong tersebut jangan diambil selama 4 tahun. Setelah 4 tahun, saya kemudian membuka Cupu tersebut dan anehnya batu tersebut berubah warna, ada yang warnanya tua dan ada yang muda, setelah itu saya simpan lagi didalam lemari dan setelah saya berusia 16 tahun ketika Ayah saya meninggal saya buka kembali Cupu tersebut tetapi batu tersebut sudah menghilang secara gaib, anehkan…”sembari mengisap rokok filternya. Kemudian saya menggali lagi sumur tersebut dengan lobang bercabang cabang dibawahnya dan saya menemukan 1 buah pedang panjang dengan ukiran Cina dan menemukan tengkorak manusia yang sudah mengeras setengahnya seperti batu cincin. Akhirnya sumur tersebut ditutup oleh pemerintah dan lokasi sumur tersebut ada di Green Baret Jakarta Utara, saya sudah lupa mungkin sudah dibangun gedung bertingkat. Beranjak dewasa saya kena kasus dan ditahan di Nusakambangan, ternyata disana juga sangat banyak batu dan lebih uniknya lagi saya menemukan batu yang lebih bening daripada kaca dan batu tersebut punya Klep atau sinar yang memantul. Dirawa-rawa daerah bakau saya juga menemukan batuan Bakau atau batu bakau-bakau atau disebut Batu Yaman warnanya Hitam tapi bila dilihat matahari berwarna merah dan sangat mengkilap, saat ini hanya orang-orang tertentu yang memakainya. Setelah saya bebas dari Nusakambangan saya ke Pacitan untuk berburu batu cincin, di Pacitan saya menemukan batu disungai kecil dekat Gua Tabuhan, batu tersebut berwarna Orange Kristal jauh kedalam jurang kira-kira 100 meter s/d 200 meter didalam jurang, batu tersebut mirip dengan batu Paparadzka namun setahu saya batu Paparadzka ada di Afrika dan mengeluarkan cahaya seperti Fosfor. Di Solo didekat Danau Gajah Mungkur disana ada jenis batuan yang bentuknya seperti jamur dan batu tersebut sepertinya hidup dan bisa memisahkan diri seperti kerang dan kalau sudah terpisah dan membentuk batu, warnanya seperti awan kebiru-biruan dan di desa Kangean Solo ada juga jenis batu yang tumbuh diantara Batu Marmer dan retakannya berwarna Hijau Dop.
Lanjut ke Gombong Jawa Tengah, jenis batuan yang ada disana hampir mirip dengan Batu Sungai Dareh, lokasinya didaerah Karang Anyar dan di Gombong sendiri sampai Kebumen terkenal dengan Batu Sidik Jari yang dapat ditemukan ditepian Kali Lukulo dan Kali Kelawing, dan didaerah Gombong ada batuan yang tidak boleh diambil, warnanya hijau dan merah karena batuan tersebut mengandung Uranium dan dapat menyebabkan penyakit Leukimia darah, dan dikarenakan saya tidak percaya akan hal tersebut saya mengambilnya dan terkena radiasi radio aktif dan luka ditangan saya baru sembuh setelah 7 tahun.”
Tim IGS : Wah... luar biasa Om Johny pengalamannya akan batuan Nusantara?
Om Johny : Untuk daerah Banten kampung Baduy dekat Danau Betung Cisimet banyak sekali Fosil Sapi yang sudah menjadi batu bahan cangklongdan gading gajah. Untuk Kalimaya sendiri daerah Cilayang kampung Makam Jepang mereka menyebutnya Kalimaja. Banyak jenis batuan Kalimaya dan Batu Kalimaya Banten merupakan yang terbaik didunia, ada Melati benteng, Beras Mawar, Bendera, Kalimaya Kopi, teh dan susu, untuk Kalimaya Susu banyak berasal dari Australia. Memang kekerasan Kalimaya agak lembek dikarenakan terbentuknya batu kalimaya karena kumpulan ion atom sangat kecil yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu didaerah tanah lempung. Untuk Garut sendiri Batu bungbulang yang sangat terkenal didaerah Cisompet Ranca Buaya sampai Pamengpeuk Mang Edong yang terkenal dengan garut Edong, batu itu sangat indah dengan guratan warna- warninya atau disebut Panca Warna. Masih banyak daerah-daerah yang belum dibahas dengan beliau mengingat waktu beliau sangat terbatas dikarenakan banyak tamu yang singgah ke rumah beliau terpaksa Tim IGS pamitan dulu.
Tim IGS : Apa pesan Om Johny untuk Gemlovers tanah air?
Om Johny : untuk Gemlovers agar lebih Cinta dan lebih mengetahui batu-batuan yang ada di Indonesia, masih banyak Batuan yang belum diketahui dan diberi nama mulai dari Sabang sampai Merauke.
Masa lalu adalah kenangan, masa sekarang adalah kenyataan dan masa depan adalah harapan.Itu sepenggal liputan dengan Om Johny Indo yang dulu sangat terkenal peristiwa –peristiwa heboh di Jakarta, tapi seiiring dengan berjalannya waktu, beliau sudah kembali ke jalan Allah SWT dan saat ini lebih sering berdakwah dari
kota ke kota, kampung ke kampung didatangi oleh beliau, untuk memberikan ceramah kepada generasi muda serta pada saat ini Om Johny bersama dengan salah satu partai ikut mencalonkan diri sebagai Caleg Dapil Sukabumi.
SWD & berbagai sumber




Post A Comment:
0 comments: